Kenapa Harus Bersedih?

Posted: July 11, 2011 in Diari Diri Iedashi

Semua orang pasti pernah merasa SEDIH, teman Anda, saudara Anda, orang tua Anda,  Anda sendiri,  ataupun saya sendiri pernah merasakannya. Banyak hal yang dapat memicu kita untuk merasakan kesedihan. Jika ditanya apakah yang menyebabkan seseorang itu bersedih?, jawabnya setiap orang pasti berbeza-beza permasalahan hidupnya. Kadangkala  kita tahu  apa sebenarnya yang buat kita bersedih, namun kadangkala juga kita tidak mengetahui penyebab kesedihan kita.

Salah seorang teman saya sering mengeluh “Terlalu banyak hal yang buat saya bersedih, mungkin hal yang paling buat saya sedih adalah tentang hidup saya sendiri, rasanya saya tidak ingin hidup lebih lama lagi”.

Wah rasanya kata-kata seperti ini sudah seringkali terucap jika kita merasakan kesedihan yang mendalam. Dan jika Anda kebetulan sedang mengalami perasaan yang sama seperti teman saya, saya harap Anda jangan berfikiran untuk mengakhiri hidup Anda sekarang, paling tidak selesaikan terlebih dahulu membaca tulisan saya.


KESEDIHAN adalah suasana hati yang sangat ingin kita jauhi, kalau boleh, secubit rasa sedih pun kita tak ingin ia hadir dalam hidup kita. Kita hanya inginkan Kebahagiaan. Namun,  jika kita mahu memandang suatu kesedihan dari sisi lain, kita akan menemukan sebuah manfaat atau hikmah disebalik kesedihan itu sendiri.

Kesedihan hakikatnya  mengandungi energi-energi positif yang dapat menimbulkan kebahagian jika kita dapat mengelolanya dengan benar. Pada umumnya kesedihan menutup minat kita terhadap hiburan dan kesenangan, membuat perhatian kita berpusat pada apa yang telah hilang. Pada dasarnya perlakuan seperti itu sebenarnya merupakan penghimpunan energi kita agar kita dapat memulai langkah-langkah baru.

Ertinya kesedihan memaksa kita untuk berhenti dari kepenatan duniawi dan kita akan menumpukan pada kehilangan tersebut, renungi hikmahnya, bermuhasabah diri dan  akhirnya membuat penyesuaian² psikologi serta menyusun perancangan baru yang akan menemukan kita dengan kebahagiaan.

Berduka itu bermanfaat tetapi depresi yang berkelanjutan adalah sia-sia.

Jadi, perlukah kita bersedih?

La Tahzan …

p/s : bagi saya, tidur akan memisahkan kita dengan kesedihan.. :þ~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s